Monday, December 26, 2011

Ayat Qur'an dan Hadist tentang berbakti kepada orang tua

Alqur'an:
(46. Al Ahqaaf:15) Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
(29. Al 'Ankabuut:8) Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(4. An Nisaa': 36) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
(6. Al An'aam:151) Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar" Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).
(2. Al Baqarah:83) Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat....
(31. Luqman:14) Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.


Hadist:
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Seorang anak belum dikatakan berbakti kepada kedua orangtua, kecuali kalau dia menemukan orangtuanya menjadi budak kemudian membeli dan memerdekakannya." (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Di dalam riwayat Imam Muslim diketengahkan, bahwa ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah saw seraya berkata: "Ya Rasulallah, aku ingin berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad semata-mata mencari pahala dari sisi Al­lah." Kemudian Rasulullah bertanya: "Adakah di antara kedua orangtuamu ada yang masih hidup?" Jawabnya: "Ya, ada." Lalu Rasulullah bersabda: "Kembalilah kepada orangtuamu dan berbuat baiklah kepadanya."

Sahabat Abdillah bin Mas'ud ra berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah:" Ya Rasulallah, manakah amal yang paling disukai Allah?" Jawab Rasulullah: "Shalat tepat pada waktunya." Kemudian aku bertanya lagi: "Lalu apa lagi, ya Rasulal­lah?" Jawab beliau: "Berbakti kepada orangtua." Aku bertanya lagi: "Kemudian apa lagi?" Jawab Rasulullah: "Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat Ibnu Umar ra berkata, bahwa Rasulullah" saw telah bersabda: "Berbaktilah kepada orangtuamu, niscaya kelak anak-anakmu akan berbakti kepadamu, Dan peliharalah kehormatan dirimu, niscaya istri-istrimu akan selalu memelihara kehormatannya." (HR. Thabrani dengan sanad hasan).

Sahabat Asma' binti Abu Bakar ra telah berkata: Di zaman Rasulullah pernah ibu datang kepadaku, padahal dia masih musyrik. Lalu aku meminta fatwa kepada Rasulullah: "Ya Rasu­lallah, ibuku yang masih musyrik datang kepadaku karena dia sangat mencintaiku. Adakah aku harus menyambuhg silaturrahmi dengannya?" Jawab Rasulullah: "Ya, kamu harus tetap menjaga tali kekeluargaan dengan ibumu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat Abi Usaid Malik bin Rabiah As-Sa'idiy ra berkata: Pada suatu ketika kami duduk di sisi Rasulullah saw, tiba-tiba datang seorang lelaki dari Bani Sal amah menghadap beliau seraya berkata: "Ya Rasulullah, masih adakah kewajibah berbakti kepada kedua orangtua setelah mereka meninggal''" Jawab Rasulullah: "Ya, masih. Yakni dengan cara menyalati ketika meninggal, memintakan ampunan kepadanya, melestarikan janji-janji yang telah dibuatnya, menyambung tali silaturra­hmi dengan sanak familinya, dan menyambung tali persaudaraan dengan teman-teman karibnya sewaktu masih hidup." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban di dalam kitab shahihnya)

Sahabat Mughirah bin Syu'ban ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepadamu berani kepada kedua orangtua, menanam hidup-hidup anak perempuan, mencegah barang haq, berkata begini dan begitu yang tiada menentu, memperbanyak pertanyaan, dan menghambur-hamburkan harta." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat Abi Bakar ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Bersediakah aku memberi khabar kepadamu tentang dosa yang paling besar?" Sabda Rasulullah ini diulang hingga-tiga kali. Lalu kami menjawab: "Ya Rasulallah, kami bersedia menerimanya." Kemudian beliau bersabda: "Yakni menyekutukan Allah dan berani kepada orangtua." Ketika Rasu­lullah bersabda demikian, beliau sedang duduk bersandar. Lalu beliau bangkit, duduk tegak seraya bersabda: "Dan berbicara bohong serta menjadi saksi palsu." Rasulullah mengulangi sabdanya ini berkali-kali, sehingga aku menyangka bahwa beliau tidak akan berhenti mengulangi sabda tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat Abdillah bin Amrin bin Ash ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Termasuk bagian dari dosa besar adalah berkata jorok kepada orangtua." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulallah, adakah seseorahg yang tega berkata jorok terhadap orang tuanya?" Jawab Rasulullah: "Ya, ada. Yakni seseorang yang mengatakan suatu perkataan jorok kepada ayah orang lain kemudian orang itu berbalik membalas mengatakan sesuatu yang jorok kepada orangtuanya. Demikian pula terhadap ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat Umar bin Murrah Al-Juhani ra berkata: Ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah saw seraya berkata: " Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya engkau adalah utusan Allah. Dan aku telah mengerjakan shalat lima waktu, membayar zakat atas harta bendaku, dan melakukan puasa di bulan Ramadhan. Bagaimanakah nasibku nanti?" Jawab Rasulullah: "Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan sebagaimana diungkapkan di atas, maka pada hari kiamat nanti dia akanberada di sisi para nabi, para shidiqin, dan para syuhada'." Lalu Rasulullah mengacungkan jari tangannya seraya bersabda: "Selagi orang itu tldak durhaka terhadap kedua orangtuanya." (HR. Ahmad dan Thabrani dengan dua sanad, yang satu di antaranya adalah shahih).

Sahabat Tsauban ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: "Ada tiga perkara yang menyebabkan amal seseorang tidak akan diterima di sisi Allah. Yakni menyekutukan Allah, berani kepada kedua orangtua, dan melarikan diri dari barisan perang." (HR. Thabrani).

No comments:

Post a Comment